Sekura : Pesta Topeng Ala Lampung

    Pesta topeng merupakan sebuah acara perayaan dimana yang hadir memakai topeng untuk menutupi wajah. Awal mulanya, pesta topeng hanya dilakukan oleh bangsawan-bangsawan yang ada di Eropa. Istilah Pesta Topeng itu sendiri baru dikenal setelah memasuki abad ke-16, ketika periode awal masa Renaissance. Saat ini, pesta topeng telah banyak mengalami perkembangan bahkan banyak yang mengadakan pesta topeng saat acara reuni, ulang tahun, ataupun perayaan-perayaan lainnya.

    sumber gambar : indonesiakaya.com

    sumber gambar : indonesiakaya.com

    
    

    Ditinjau dari definisi pesta topeng, tradisi sekura termasuk salah satu jenis dari pesta topeng yang beragam. Namun tentu saja berbeda dengan pesta topeng dari Eropa, tradisi sekura merupakan suatu pesta rakyat yang diadakan untuk merayakan hari raya idul fitri atau idul adha. Dalam tradisi ini, masyarakat menutupi sebagian atau seluruh wajahnya dengan topeng berbagai karakter dan ekspresi.  Tidak hanya topeng, masyarakat juga bisa menutupi wajahnya dengan kain dan kacamata. Selain itu, pakaian yang dikenakan juga berwarna cerah dan mencolok yang akan membuat tradisi sekura semakin meriah.

    sumber gambar : mengenalwisatabudayalampung.blogspot.com

    sumber gambar : mengenalwisatabudayalampung.blogspot.com

     

    
    

    Menurut Lilia Aftika, ada dua versi asal mulanya tradisi sekura. Versi pertama menyatakan bahwa tradisi sekura ada sejak zaman Hindu. Dalam versi ini, topeng yang digunakan merupakan penjelmaan orang-orang yang dikutuk dewa akibat perbuatannya yang tidak mengakui adanya dewa yang patut disembah. Versi kedua menyatakan bahwa asal mula sekura adalah saat masuknya islam ke lampung. Hal ini disebabkan karena pelaksanaan sekura yang diadakan untuk menyambut hari raya idul fitri. Lilia Aftika sendiri yakin bahwa versi kedua lebih meyakinkan dan masuk akal. Hal tersebut karena waktu pelaksanaan sekura menggunakan penanggalan hijriah dan saat hari raya umat islam. Selain itu, pelaksanaan sekura juga tidak menunjukkan dan menonjolkan tokoh-tokkoh dewa ataupun nama-nama yang berkaitan dengan ajaran hindu. Namun, Fachrudin dan I Wayan Mustika memiliki pendapat yang berbeda dengan Lilia Aftika. Fachrudin dan I Wayan Mustika menyatakan bahwa Sekura merupakan budaya masyarakat Lampung yang digunakan untuk pemujaan oleh masyarakat lampung pada masa pra-sejarah yang memiliki sistem kepercayaan animisme.

    sumber gambar : wisatatiga.com

    sumber gambar : wisatatiga.com

    Terdapat dua jenis sekura, yaitu sekura kamak dan sekura kecah. Sekura kamak berarti sekura kotor yang berfungsi sebagai penghibur bagi penonton, serta pakaian dan topeng yang dikenakannya kotor, misalnya busana tani atau tetumbuhan. Sedangkan sekura kecah berarti sekura bersih dan kostum yang dikenakan bersih-bersih dan rapi. Sekura jenis ini berfungsi sebagai pemeriah dan peramai peserta.

    About the Author

    Leave a Reply

    *

    captcha *