Alat Musik Lampung

Indonesia terkenal akan kekayaan budaya dan keseniannya, salah satu budaya yang ada pada tiap daerah di Indonesia adalah alat music daerah tersebut. Di Lampung ada beberapa alat musik yang dikenal sebagai alat music khas Lampung, yaitu:

Gamolan Pekhing/Cetik

ubala1

Gamolan pekhing, biasa disebut juga cetik, merupakan alat musik khas Lampung yang terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara dipukul. Prof. Margaret J. Kartomi menyatakan dalam bukunya yang berjudul Musical Instruments of Indonesia bahwa gamolan berasal dari Liwa di daerah pegunungan bagian barat Lampung. Bentuk gamolan pekhing mirip dengan gamelan yang ada di Jawa, hanya saja bahan yang digunakan berbeda. Uniknya, gamolan pekhing tidak memiliki nada fa (4), sehingga tangga nadanya adalah 1 2 3 5 6 7. Alat musik ini umumnya digunakan untuk pengiring tarian, ritual adat, dan penyambutan tamu.

 

 

Talo Balak

ubala2

Ansambel talo balak adalah alat musik pokok untuk upacara adat Lampung. Ansambel talo balak terdiri dari kulitang, talo balak, talo luni, gong, gujih, dan canang. Ada dua fungsi dari ansambel talo balak, yaitu fungsi primer dan fungsi sekunder. Fungsi primernya adalah sebagai sarana ritual, hiburan, dan presentasi estetis. Sedangkan fungsi sekundernya adalah  sebagai sarana komunikasi dan pengikat soadiritas masyarakat

 

 

 

Serdam

ubala3

Serdam merupakan alat musik tiup tradisional yang terbuat dari bamboo. Suara serdam terdengar merdu dan sendu. Berbeda dengan seruling atau suling, serdam umumnya menghasilkan nada dasar G = do, terdiri dari 5 lubang yang menghasilkan tangga nada  berirama do, re, mi, sol, la dan si (1, 2, 3, 5, 6 dan 7). Serdam biasanya digunakan utnuk mengambil suara atau solis dan untuk mengiringi solis yang ada kaitannya dengan lagu.

 

 

Gambus

ubala4

Gambus merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik. Alat musik ini identik dengan nyanyian yang bernafaskan Islam. Alat musik ini digunakan sebagai pengiring tarian dan lagu. Di daerah Lampung, gambus dikenal dengan nama Gambus Lunik atau Anak Buha.

About the Author

Leave a Reply

*

captcha *